h1

AKTA PERKUMPULAN RAPI SEBUAH KECELAKAAN BESAR DALAM SEJARAH PERJALANAN ORGANISASI RAPI

01/06/2010

Akta Perkumpulan Radio Antar Penduduk Indonesia yang dibuat oleh para penghadap Notaris Eduard Avianta , SH, Sp.N pada tgl. 2 Agustus 2007, saya anggap adalah sebuah KECELAKAAN BESAR bagi perjalanan Organisasi RAPI , dan oleh karenanya pada Munas ke VI RAPI , para utusan (peserta) diharapkan berani untuk meninjau kembali AKTA tersebut , disebabkan :

1.    Akta tsb berdampak luas dan signifikan terhadap tata kehidupan Organisasi RAPI yang keberadaannya sebenarnya sudah mempunyai payung hukum yang lebih kuat yaitu Kepmen yg tentu saja sudah diumumkan didalam Lembaran Negara RI dan juga sudah mempunyai AD / ART.

2.    Karenanya tersebut didalam poin 1(satu) diatas maka keputusan tentang hal tersebut (peng-akta-an) haruslah melalui Forum Munas , sedangkan Munas RAPI V pada tahun 2005 sama sekali tidak mengamanatkan hal tersebut ( peng AKTA an RAPI)

3.    Pada Rakernas V di Bandungan Jawa Tengah tahun 2008 , Pengurus Pusat RAPI secara nyata TELAH MENGELABUHI para utusan di Rakernas , seolah-olah peng-akta-an adalah amanat Munas V di Bogor tahun 2005 , dengan cara MEMANIPULASI / MENGGANTI Hasil Rekomendasi Komisi C , bagian A, Internal poin 15 , yang aslinya berbunyi : Menetapkan Bapak Mayjend TNI (Purn) H. Eddy Marzuki Nalapraya, JZ09AAA, sebagai Bapak RAPI, yang dituangkan dalam keputusan Munas RAPI ke.V-2005. dirubah menjadi berbunyi : Meneliti dan mengurus aspek legalitas organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku.-–> ini yg kemudian dipakai dasar peng-akte-an Perkumpulan RAPI

4.    Para Penghadap Notaris , Darma Udaya Nasution (Ketum) , Sakti Siahaan (Sekum) dan Ir. Fauzi (Bendahara) hakikatnya hanyalah Pengurus yg terpilih pada Munas V Bogor , sementara BAPAK RAPI , Pendiri RAPI , Bp. Mayjen Purn Edie Nalapraya JZ09AAA dan Bp. Sri Muwardjo Srimardji MSc, FSAI JZ09AAH yang nyata-nyata sebagai PENDIRI RAPI malah tidak disertakan , artinya Pengurus penerusnya telah SECARA NYATA MENELIKUNG para Pendirinya.

5.    Ketika saya konfirmasi kepada beliau berdua apakah membubuhkan tanda tangannya karena dicantumkan sebagai Pengawas Perkumpulan , ternyata beliau berdua malah tidak tahu menahu tentang hal tersebut ….. berarti apa yg tertulis didalam akta tsb (pencantuman nama) juga sebuah manipulasi.

6.    Secara Hukum , para penghadap adalah pemegang kekuasaan tertinggi atas Perkumpulan tersebut dengan masa berlaku Akta (Pasal 3) adalah dalam waktu yang tidak ditentukan . Kalau mau sportif mestinya masa berlaku Akta sesuai dengan masa Kepengurusan mereka dan disesuaikan setiap Pergantian Kepengurusan atau pada Munas berikutnya.

7.    Kesimpulannya :
Akta Perkumpulan tersebut sebaiknya ditinjau kembali pada Munas ke VI 2010 , karena landasan hukumnya adalah MANIPULASI AMANAT MUNAS V 2005 oleh Pengurus Pusat 2005-2010 , sehingga masuk kategori CACAT HUKUM.

Pakde Bejo,
Bukan manipulator.

2 comments

  1. bejo
    kalau mau ungkap adanya permasalahan di rapi, sayogianya disampaikan langsung ke pengurusnya. buat apa menulis disini krn tidak ada gunanya dan juga tidak berpengaruh apapun.
    bisa-bisa bejo dikatakan kelompok sakit hati, kecewa, dendam dan dinilai lsm kesasar.
    ini bsi tidak punya rapi.


  2. wah betul itu bro…menurut w jg kurang pas di posting disini…hanya akan menanas-manasi situasi…mending disampaikan di RAPI ato ke yang berkompeten, hla klo disini yo kasian yang baca toh?? yg ga tau apa-apa nanti akhirnya menimbulkan efek yg tidak baik.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: