h1

Reuni Relawan Gempa Bantul 2006

25/05/2010

Dua hari lagi kita akan mengenang peristiwa yang banyak menyita perhatian dunia. Tepatnya hari Sabtu, 27 Mei 2006 sekitar jam 6 pagi, bumi sepanjang P. Jawa bergetar keras. Berita pagi semua stasiun televisi mengangkat peristiwa itu sebagai Gempa Jogja pada 5,9 SR dengan kedalaman 10 km sebagai gempa paling dangkal dan hanya berjarak 10km dari garis pantai. Peristiwa ini kemudian dinyatakan sebagai bencana nasional dan mengundang simpati dari seluruh penjuru dunia. Relawan dari berbagai organisasi datang membantu. Satu diantaranya yang paling banyak dikunjungi adalah Palang Merah Indonesia Cabang Bantul di Kompleks Stadon Dwi Windu. Di belakang markas PMI Bantul ada rumah sakit darurat (lapangan) pertama yang ditangani oleh Tim Aksi Medis PMI yang tengah bersiaga di Gunung Merapi.
Menjelang tahun ke 4, mari kita telusur kembali ke dalam peristiwa yang banyak menelan korban manusia dan harta benda itu. Ada banyak hal yang dapat kita petik sebagai pelajaran berharga untuk mengatasi masalah serupa di kemudian hari. Juga beragam cerita dengan segala nuansanya.

Gempa di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 5,9 SR 27 Mei 2006 yang lalu membuat kaget banyak orang karena getarannya dirasakan di seluruh P. Jawa dan sekitarnya. Kekagetan itu mungkin karena kebanyakan orang mengira Gunung Merapi yang meletus karena sebelumnya pernah dinyatakan Siaga I.
Peristiwa yang terjadi sekitar jam 6 pagi, saat banyak orang tengah bersiap menjalankan aktivitas rutin sekolah, tempat bekerja dll. Berpusat di hilir Kali Opak Imogiri Kab. Bantul dengan kedalaman 10km. Akibatnya wilayah ini menjadi tempat yang paling parah. Sekitar 5.000 orang meninggal dan kerugian material mencapai ratusan milyar rupiah.
Relawan dari berbagai penjuru tanah air dan manca negara datang secara bergelombang. Begitu juga dengan relawan yang bergabung dalam wadah Palang Merah Indonesia. Beragam cerita ada di dalam kegiatan yang berlangsung sekitar satu tahun. Ada suka, duka, cinta dan ekspresi lainnya. Melalui grup ini, kita akan berbagai cerita itu. Dengan sebuah harapan ada hikmah yang bisa kita petik sebagai bahan introspeksi maupun retrospeksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: