h1

MENGAPA ANAKKU TAK BISA KONSENTRASI?

11/05/2010

“ Rida berusia 7 tahun, saat ini ia duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. Orang tuanya sering kali mendapatkan masukan dan laporan dari gurunya bahwa ia sering kali jalan-jalan di kelas, Rida lebih banyak berdiri dan tidak focus pada pekerjaan sekolahnya. Orang tuanya pun mengakui bahwa di rumah pun Rida seperti itu, Rida sering kali berganti-ganti aktivitas dan tidak pernah sampai selesai. Misalnya, bermain bongkar pasang yang hanya beberapa menit kemudian ia sudah beralih pada permainan yang lain. Sehingga, kondisi ini mempengaruhi prestasinya di sekolah. Rida sering kali sulit sekali dikontrol, ia sering mengabaikan apa yang Mamanya katakan”

Kasus Rida diatas adalah salah satu kasus yang terjadi pada anak-anak. Kadang kala sebagai orang dewasa, jika kita memperhatikan seorang anak yang berganti-ganti aktivitas kita memiliki asumsi bahwa anak itu mengalami kebosanan. Namun, perlu diperhatikan lebih seksama lagi apakah memang anak itu bosan atau ada hal lain yang terjadi padanya. Ketidakmampuan anak untuk menaruh perhatian terhadap berbagai aktivitas tentunya ini dapat menghampat perkembangan akademik dan perkembangan sosial anak. Hal ini dapat terjadi karena ia tidak dapat menyelesaikan tugas dengan penuh perhatian dan proses belajar yang terganggu. Oleh sebab itu sangat penting jika orang tua maupun pendidik dapat melakukan deteksi atau mengetahui lebih awal yang terjadi pada anak sehingga dapat dilakukan penanganan dengan tepat. Pada kasus Rida dan yang akan kita bicarakan lebih jauh merupakan sebuah ilustrasi mengenai Gangguan Pemusatan Perhatian atau Attention Deficit/ Hiperactivity (ADHD –red).

Apa itu ADHD?

ADHD adalah sebuah gangguan dengan karakteristik adanya gejala kurang perhatian yang diikuti dengan hiperaktivitas maupun tidak (Monastra, 2005). Seperti yang dijelaskan oleh Wenar (1994) dalam bukunya Developmental Psychopatology, terdapat karakteristik utama dari ADHD, antara lain;

Kurang perhatian : Anak-anak yang mengalami Gangguan Pemusatan Perhatian atau ADHD mengalami kesulitan untuk menaruh perhatian secara terus menerus dalam menyelesaikan tugas atau dalam aktivitas bermain. Seperti yang terjadi pada Rida, ia keluitan menaruh perhatian pada aktivitasnya bahkan ketika ia bermain. Kurang perhatian sering kali berkaitan dengan rendahnya performansi sekolah karena anak membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi dan menyerap informasi sebaik menaruh perhatian yang cukup panjang untuk melangkapi tugas tanpa adanya gangguan. Kondisi dimana anak mengalami kesulitan untuk menyelesaikan tugasnya membuat mereka menjadi frustrasi dan tertekan.

Impulsif: dalam arti khususnya adalah bertindak tanpa ada pertimbangan tertentu. Ketika dihadapkan pada tugas yang kompleks, misalnya ketika tiba-tiba dalam pikiran mereka teradapat sebuah ide atau solusi tertentu, mereka tidak melakukan pertimbangan apapun apakah ide/ pemikiran/ perilaku mereka baik atau pun yang pantas. Mereka mengatakan sesuatu tanpa dipikirkan sehingga kadang kala memberikan jawaban yang tidak benar saat di kelas atau mereka mengalami kesulitan ambil bagian dalam sebuah permainan. Hal ini terjadi karena mereka mengalami kesulitan untuk mengatur reaksi diri terhadap rangsangan dari luar. Sangat sulit sekali jika kita melarang mereka untuk berhenti dari impulsivitasnya karena anak-anak dengan ADHD mengalami kesulitan untuk berhenti melihat, mendengar bahkan berpikir.

Hiperaktif: terdapat berbagai dasar yaitu anak-anak dengan ADHD lebih aktif dari pada anak-anak normal dalam waktu 24 jam bahkan saat tidur sekalipun. Mereka menunjukkan kegelisahan yang sangat besar dalam berbagai tugas sehingga mereka memperlihatkan gerakan-gerakan yang tidak relevan, tidak bertahan di tempat duduk mereka, bahkan selalu tidak bisa duduk dengan tenang seperti anak yang lainnya.

Apa saja gejala ADHD?

Menurut America Psychiatric Asociation pada tahun 2000 dalam Kearney (2006), gejala ADHD meliputi;

  • Kurang perhatian
  • Tidak dapat mengikuti instruksi dnegan baik
  • Menghindari tugas-tugas yang membutuhkan usaha mental yang terus-menerus
  • Kehilangan barang
  • Mudah terganggu
  • Pelupa
  • Gelisah
  • Berpindah tempat duduk
  • Berlari-lari atau memanjat sesuatu
  • Berbicara yang berlebihan
  • Kesulitan jika harus menunggu
  • Sering menyela orang lain

Gejala ADHD biasanya terditeksi dibawah usia 7 tahaun dan perlu diketahui bersama bahwa gangguan ini tidak hilang dimakan usia. Artinya, bahwa hambatan ini akan dialami oleh seseorang sepanjang hidupnya.

Ketika mengetahui bahwa anak kita mengalami ADHD, dukungan dari keluarga adalah yang terpenting. Kondisi ini kadang kala membuat anak menjadi frustrasi karena karena kadang kala mereka sendiri tidak tahu apa sebenarnya terjadi. Banyak orang tua yang lari dari fakta bahwa anak mereka mengalami ADHD. Tapi tidak ada yang bisa disembunyikan karena perilaku yang sangat kentara. Misalnya dengan perilaku yang tidak relevan sepeti naik meja, tidak duduk dengan tenang sering kali muncul komentar dari orang lain “Kenapa orang tuanya tidak mengajari anak itu cara berperilaku yang baik?”.

Kadang kala mereka mendapat sebutan seperti anak nakal, troublemaker atau berbagai sebutan yang sangat merusak konsep diri. Hal yang berat bagi orang tua ketika harus berbagi dengan orang lain bahwa anak mereka mengalami ADHD, namun dengan berbagi informasi dengan orang lain terutama orang terdekat dalam hidup si anak, misalnya saudara kandung, guru atau anggota keluarga lainnya. Anak akan mendapatkan dukungan yang jauh lebih besar dan ini yang membantu mereka berkembang lebih baik.

Sumber:

Wenar, Charles. 1994. Developmental Psychopatology Third Edition. Mc Graw-Hill, Inc. United State of America.

Kerney, Christhoper A. 2006. Casebook in Child Behavior Disorder: Third Edition. Thomsom. Canada.

Monastra, Vincent J. 2004. Parenting Children with ADHD. American Psychological Association. Washington DC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: