h1

Mungkinkah Dihuni Dedemit?

07/05/2010

http://www.motorplus-online.com

Kisah mistik dan cerita berbau klenik kadang jadi romantika buat biker.
Saat riding di berbagai tempat, ada saja jalanan angker yang punya aura tersendiri. Faktanya, jalan itu sering meminta korban. Tak cuma dari sudut kontur jalanan dan kondisi yang memang berbahaya, kisah misteri arwah gentayangan, dedemit, jin penunggu jalan kerap menjadi mitos yang kadang dialami juga oleh para brothers.

Uniknya, paranormal menjelaskan menghubungkan antara mahluk halus, jalanan angker dan motor. Dari sisi paranormal, motor yang mayoritas bahannya dari besi alias ferum konon disukai mahluk halus.

Prinsipnya hampir sama dengan keris, golok, tombak dan berbagai mustika berbahan sama. Mirip magnet, negatif positif yang tarik menarik. Jadi tak heran jika motoris kerap mengalami hal mistik saat riding di beberapa tempat yang memang dianggap angker oleh sebagian orang

Cerita fenomenal kerap terjadi di berbagai tempat. Di Jawa Barat, ada beberapa lokasi legendaris seperti Tanjakan Emen (Bandung-Subang Via Tangkuban Parahu), wilayah Gentong (Bandung arah Tasikmalaya), jalan aternatif Majalaya-Garut kilometer 22 Daan Mogot, Tangerang-Jakarta dan banyak lagi.

Tanjakan Emen, adalah tanjakan berat di areal pohon pinus. Konon, almarhum Kang Emen adalah korban tabrak lari di zaman Belanda atau Jepang dulu. Mayatnya dibuang di areal ini dan riwayatnya, arwah Emen penasaran dan sering meminta korban.

Ada ritual khusus para motoris juga supir truk-bus jika melewati kawasan ini seperti berdoa atau bahkan ada yang membuang sebatang rokok yang konon untuk persembahan penunggu tanjakan Emen.

Jalur aternatif Majalaya-Garut melintasi pegunungan dan air terjun Cibuni Racun yang konon salah satu persinggahan ratu Centring Manik, dewi ular tatar Pasundan dan banyak menyisakan cerita misteri dan musibah kecelakaan di areal ini.”Jangan sepelekan areal Leuweung Tiis antara Bandung Garut,” tambah Candra Tjahya, owner bengkel Bandung Motor, Garut.

Katanya tiap tahun selalu minta korban 1-20 nyawa. “Atau daerah Lebak Jero alias Nagrek, banyak yang sudah mengalami sering ada bayangan melintas dan membuat pengemudi celaka,” jelas Candra yang akrab dipanggil Chiank ini.

Di jalur Kilometer 22, Batu Ceper, Tangerang juga dikenal seringkali terjadi kecelakaan. Menurut ojeker yang nongkrong di area itu, Iman dan Ade, dalam minggu ini saja telah terjadi kecelakaan di hari Senin (5/4) dan Rabu (7/4) lalu. “Kejadiannya pagi saat banyak kendaraan dari Tangerang menuju Jakarta,” papar Ade.

Menurut Imam. wilayah KM.22 ini memang dikenal sering terjadi kecelakaan. Kalau berjalan dari arah Tangerang sebelum pertigaan serong, tiap pengendara pasti melewati jembatan. “Tiap tahun di jembatan ini selalu minta korban. Tapi kebenaran adanya penunggu saya sendiri tidak tahu persis,” ungkap keduanya.

Dari pengalaman turing redaksi sendiri, beberapa cerita terkumpul, jalur Gunung Gelap, pantai Selatan Jawa Barat, Cidaun (Cianjur Selatan), Pantura, wilayah Plelen Alas Roban Batang yang rawan kecelakaan.

Tentu tidak cuma itu, trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Di Kalimantan, brothers dari Pemudi’s Surabaya berbagi cerita tentang kisah mistis di Tanjung Barabai Koaru, Kalimantan.

Diwanti ketua adat untuk tidak membawa makanan, seluruh peserta yang bawa makanan di motornya terjatuh semua. Mereka juga bercerita diganggu makhluk halus di wilayah Caruban Jatim saat motor mereka tiba-tiba mati di saat melintasi rumah kosong.”Setelah didorong menjauh baru hidup,” cerita Wariyok Amak yang kini jadi ketua umum MACI.

Anggota mereka, Yoseph ‘Yos’ Fransiscus, malah pernah mengalami hal yang luar biasa. Di sebuah daerah angker, tali gasnya tiba-tiba tertarik, motor menjadi liar dan di depannya ada bus. Ia mengaku pasrah tapi motornya tetap lurus bersiap beradu depan-depanan. Tahunya bus itu hanya bayangan.

Eka Syahputra dan para brothernya dari Mio Bikers Community Medan (MBC) punya cerita.”Saat turing di Lhokseumawe Aceh, teman-teman dari klub Scorpio pernah melihat penampakan pocong yang tiba-tiba keluar dari jembatan. Hati-hati juga memasuki terowongan di daerah Sibolga khususnya Maghrib, sering ada penampakan perempuan yang mengganggu rider,” kata brother MBC.

Tidak lupa mereka juga mawanti daerah angker di daerahnya sendiri seperti Jembatan kayu di Tanjung Morawa, Medan yang sering memakan korban. ”Kadang tabrakan motor atau mobil terbalik,” jelas Eka. Hiyyy serammmmm.

KM 22 MEMANG RAWAN

Terlepas dari cerita mistis, jalur KM.22 di antara Jakarta-Tangerang, tepatnya di wilayah Batu Ceper secara desain jalan memang rawan. Kecelakaan terjadi umumnya biker tidak antisipasi kondisi jalan.

Jika brother berangkat dari Tangerang menuju Jakarta, sebelum masuk ke KM 22, jalur lurus bisa dikebut hingga 60-80 km/jam. Ketika memasuki jembatan pun motor masih enak dikebut. Lewat jembatan jalur langsung cornering kanan dan menurun.

“Di sinilah letak rawannya, pengendara dari Tangerang keasyikan ngebut sehingga tidak sadar di ujung jembatan setelah belok kanan ada persimpangan serong. Banyak kejadian tabrakan di persimpangan ini,” papar Bripka S. Yoga dan Bripka Wihayanto, petugas polisi lalu lintas yang menjaga jalur ini.

Tidak heran kedua polisi ini menyebut posko mereka sebagai black spot alias area hitam maksudnya berbahaya. Berbagai upaya telah dilakukan pihak kepolisian Tangerang, seperti membuat traffic light untuk mengatur arus dari Jakarta ke Tangerang dan sebaliknya.

“Sudah enam bulan ini dipasang lampu pengatur lalu lintas. Syukurlah, kecelakaan bisa ditekan. Memang jadi lumayan jauh berkurang,” papar Bripka S. Yoga.

Selain itu, pihak Kepolisian juga membuat pencahayaan yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu agar pengendara jadi lebih awas. “Setelah tikungan menurun jembatan ada neon box yang menginformasikan bahayanya jalanan menurun ini,” tegas Bripka Wihayanto.

Namun demikian, kejadian kecelakaan pun masih ada saja terjadi. Menurut kedua petugas ini, kebanyakan disebabkan oleh sikap dan perilaku pengendara yang memang tidak mengindahkan aturan lalu lintas.

Seperti yang dilihat MOTOR Plus, banyaknya pengendara yang melanggar lampu walau sudah dalam kondisi merah menyala. “Atau jika pengendara sudah berhenti, malah ditabrak dari belakang. Pengendara telat ngerem,” kata polisi ramah ini.

Untuk itu, kedua polisi ini menghimbau kepada pengendara yang melintas di jalur ini terutama dari arah Tangerang untuk memperhatikan rambu lalu lintas. “Kami sudah membuat rambu itu sebelum masuk ke jembatan. Pengendara silakan kurangi kecepatan agar terhindar dari kecelakaan maut,” tegas keduanya.

Penulis/Foto : Isf@n, Hen/Herry Axl

One comment

  1. Wah gue tiap kopdar liwat Km 22 Daan Mogot kok biasa aja yah …

    tapi emang bentuk jalananya aneh sih … seharusnyaitu per3an tapi berbentuk siku 180drajat. dimana yang namanya tikungan itu antara 60,90,120 drajat



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: