h1

Bagaimana Prestasi Anak Remaja Anda? antara underachiever dan overachiever

04/05/2010

Awal remaja biasanya sebagai usia belasan. Pada usia ini remaja muda memiliki minat pribadi yang cukup menonjol yaitu salah satunya adalah minat berprestasi. Prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi dan ketenaran. Inilah sebabnya mengapa prestasi baik dalam olah raga, tugas-tugas sekolah maupun pelbagai kegiatan sekolah, menjadi yang kuat sepanjang masa remaja. Remaja usia sekolah menengah dan sekolah lanjutan adalah merupakan masa transisi.

Bila mendapat prestasi yang baik diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi remaja, Prestasi itu mencakup bidang-bidang yang penting bagi kelompok sebaya dan dapat menimbulkan harga diri dalam pandangan kelompok sebaya. Misalnya, kalau teman-teman menaruh minat pada keberhasilan akademik maka nilai-nilai akademik yang tinggi merupakan prestasi yang memuaskan. Tetapi sebaliknya bila prestasi tidak dihubungkan dengan nilai akademis yang baik melainkan dengan keberhasilan dalam atletik maka prestasi akademik tidak memuasakan bagi remaja.

Prestasi (Achievement-red), adalah salah satu tingkat khusus dari kesuksesan karena mempelajari tugas-tugas atau tingkat tertentu dari kecakapan/ keahlian dalam tugas sekolah/akademis. Dalam pendidikan atau akademis, prestasi merupakan tingkat khusus perolehan/ hasil keahlian dalam karya akademis yang dinilai guru-guru melalui tes yang dibakukan atau melalui kombinasi kedua hal tersebut.

Huffman dan kawan-kawan dalam bukunya Psychology In Action mengungkapkan bahwa terdapat karakteristik orang-orang pencapai prestasi, adalah;

1.Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi lebih memilih tugas yang menantang. Mereka menghindari pekerjaan yang terlalu mudah karena mereka membutuhkan tantangan

2.Orang yang memiliki orientasi berprestasi yang tinggi lebih tertarik dengan pekerjaan atau tugas yang membutuhkan persaingan dan kesempatan lebih tinggi.

3.Orang yang memiliki orientasi berprestasi yang tinggi lebih memilih tugas yang jelas berguna

4.Orang yang mempunyai kebutuhan berprestasi yang tinggi ingin menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap tugas.

5.Orang yang berorientasi berprestasi tinggi lebih mampu bertahan pada tugas yang semakin sulit

6.Orang yang mempunyai prestasi tinggi melakukan sesuatu lebih baik dari yang lain.

Perlu dipahami bahwa hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar sama halnya dengan inteligensi. Salah satu konsep yang pernah disampaikan bahwa keberhasilan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bersumber dari faktor internal dan eksternal. Interaksi antara berbagai faktor tersebutlah yang menjadi determinan atau penentu bagaimana hasil akhir proses belajar yang dialami oleh individu.

Karakteristik individu yang digolongkan sebagai superior secara akademis, dikemukakan dalam bentuk sifat intelektual sebagai berikut;

a.Kemampuan dalam belajar

Cermat dalam mengamati situasi sosial dan alamiah, independen, cepat, dan efesien dalam mempelajari fakta dan prinsip-prinsip, cepat faham dalam membaca disertai oleh daya ingat yang superior.

b.Kekuatan dan kepekaan fikiran

Siap mengungkap prinsip-prinsip yang mendasari sesuatu seperti apa adanya, kepekaan terhadap interferensi terhadap fakta, konsekuensi suatu proposisi, penerapan suatu gagasan.

c.Keingintahuan dan dorongan-dorongan

Ketahanan mental, keteguhan pada tujuan, ulet, kadang-kdang menolak aturan, mampu melakukan rencana-rencana dengan ekstensif tapi bermakna. Ingin tahu segala hal, minat instrinsik dalam hal yang sulit dan menantang, berminat dan pandai dalam banyak hal, bosan akan rutinitas.

Seseorang yang memperoleh hasil atau prestasi yang melampaui peramalan, yang dibuat berdasarkan kecerdasan, ketangkasan dan bakat disebut dengan Overachiever. Artinya bahwa ketika misalnya potensi siswa berada pada taraf rat-rata namun performansi akademiknya diatas kemampuannya maka ia disebut sebgai overachiever. Oleh karena itu, keberhasilan berprestasi merupakan salah satu hasil dari seseorang melakukan usaha apakah hal tersebut dibawah kemampuannya ataupun diatas kemampuannya yang sebenarnya. Beberapa siswa yang sukses diperoleh bahwa terdapat beberapa faktor yang memperngaruhi kesuksesan mereka di sekolah, antara lain;

•Dorongan dari orang tua

•Dorongan dari lingkungan rumah

Salah satu hal yang menjadi permasalahan pada anak didik adalah kondisi pencapaian prestasi di bawah potensinya yang seringkali dikenal dengan istilah underachiever. Underachiever adalah seseorang yang tidak dapat mencapai hasil sesuai dengan tingkat yang ditujukan oleh bakatnya. Underachiever terlihat dari kemampuan membaca pada level rata-rata atau dibawah rata-rata dan tidak memiliki motivasi, tidak matang, agresivitas pasif.

Ditemukan pada orang tua siswa di kelas 11 dan 12 yang berasal dari kelas social menengah terdapat pola-pola yang memberikan kontribusi pada akademik underachiever:

1.Orang tua yang berkonflik; orang tua yang menolek pada pengurusan anak

2.Pengasuhan orang tua yang berbeda; orang tua tidak mempunyai konsistensi, batas atau standard an menunjukan rasa tertarik yang sediikit.

3.Orang tua yang over protected ; orang tua yang perfectionis, mendominasi, terlalu mengarahkan, terlalu ketat, secara konstan anak harus melakukan yang terbaik

4.Standar yang tinggi; orang tua sering mengkritik, menekan remaja untuk mendapat nilai yang baik.

Upaya untuk membantu anak dengan kondisi ini adalah dengan memberikan motivasi eksternal dengan cara mengingatkan dan menjelaskan konsekuensi posif dan negatifnya dari apa yang dilakukannya sekarang Apalagi anak remja adalah usia dimana mereka sangat mudah terpengaruh sehingga performansi akademiknya bisa jadi mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar baik secara positif maupun negatif. Sehingga, dukungan atau dorongan dari orang lain misalnya orang tua, teman sebya, atau guru merupakan hal yang sangat penting sebagai salah satu faktor untuk membantu mereka untuk meningkatkan performansi akademik.

Sumber:

Azwar, Saifudin.(2002). Pengantar Psikologi Inteligensi.Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Chaplin, JP.(2001). Kamus Psikologi.Terjemahan: Kartini Kartono. Raja Grasindo Persada: Jakarta Utara.

Huffman, Karen., Vernoy,Mark.&Vernoy,Judith.(1997).Psychology In Action.John Wiley: New York.

Hurlock, B.Elizabeth.(1999).Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.Erlangga: Jakarta

Rice, Philpe.(2001). Human Development A life Sapan Approach Fourth Edition. Prentice Hall; London

Santrocks, John W.(1995).Life-Span Development; Perkembangan Masa Hidup.Erlangga;Jakarta.

Satter,Jerome.(1995). Assesment of Children Third Edition. Jerome M. Sattler Pub; London.

One comment

  1. assalamu`alaikum mas, tulisan yang anda buat sangatlah bermanfaat,, smg manfaat itu terus anda kembangkan dan pertahankan selalu,, ,saya meminta izin ya mas meng copy tulisan anda untuk referensi tugas saya,,. trimakasih sebelumnya..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: